Minggu, 04 April 2021

Perkembangan Supply Chain Management Beserta Pengaruhnya dalam E-Commerce

Efisiensi bisnis di semua tingkat operasional sangat penting untuk keberhasilan e-commerce dan supply chain management merupakan salah satu komponen penting dari e-commerce. Supply chain management dalam e-commerce berfokus pada pengadaan bahan baku, manufaktur, dan distribusi produk yang tepat pada waktu yang tepat. Industri e-commerce tidak hanya sebatas membuat website dan menjual produk secara online, ini mencakup konfigurasi produk, infrastruktur yang sesuai, logistik, dan juga safe payment.

Proses supply chain dan logistik dalam e-commerce tidak hanya sebatas membuat website dan menjual produk secara online. Supply chain yang efisien dapat mempercepat proses e-commerce untuk memenuhi harapan pelanggan. Efisiensi bisnis di semua tingkat operasional sangat penting untuk keberhasilan e-commerce.


Komponen Penting Pembentuk Supply Chain dan Proses Logistik Industri E-commerce:

Manajemen Inventaris, inventaris adalah komponen penting dari supply chain management. Menurut model inventaris tradisional, bisnis menggunakan gudang mereka sendiri untuk menjual produk langsung ke pelanggan. Tapi, sekarang sesuai dengan strategi pengumpulan risiko, bisnis e-commerce tidak menyimpan inventaris mereka sendiri dan malah mengalihkan inventaris mereka ke grosir yang lebih besar. Ini memungkinkan bisnis e-commerce untuk mengurangi risiko menyimpan inventaris mereka sendiri. Beberapa bisnis mengadopsi model dropshipping untuk inventaris. Menurut model ini, toko tidak menyimpan produk yang dijualnya di situs web, melainkan membeli produk dari pihak ketiga dan mengirimkannya ke pelanggan.

Reverse Logistics, bisnis e-commerce juga memiliki struktur SCM yang memerlukan reverse logistic. Reverse logistic diartikan sebagai perencanaan dan pelaksanaan pergerakan barang dari titik konsumsi ke titik asal. Hampir semua bisnis e-commerce menyediakan fasilitas pertukaran dan pengembalian. Ini meningkatkan kebutuhan logistik.


Yang Harus dimiliki untuk Supply Chain Management di E-commerce

Ketersediaan Produk dan Tingkat Layanan, Keberhasilan sebuah situs web e-commerce bergantung pada kepuasan pelanggan. Jika pelanggan tidak dapat membeli produk yang tepat pada waktu yang tepat, mereka akan segera beralih ke toko e-commerce lain. Proses pengiriman yang lambat meningkatkan risiko kehilangan calon pelanggan dan bahkan dapat menimbulkan dampak negatif pada reputasi bisnis. Dari inventaris hingga logistik dan pembelian hingga manajemen pemasok, proses harus dikoordinasikan dengan baik dan dioptimalkan. Sekalipun satu tautan supply chain tidak berfungsi dengan baik, seluruh supply chain management akan gagal, yang mengakibatkan hilangnya pendapatan.

Ulasan Pelanggan, Reputasi bisnis e-commerce diukur dengan ulasan dan pengalaman pelanggan. Ini adalah faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan toko online. Mesin pencari perbandingan harga adalah titik kontak pertama untuk pembeli online. Pemeringkatan mesin pencari juga dilakukan berdasarkan ulasan pelanggan. Untuk mendapatkan review yang baik, diperlukan pengiriman produk yang tepat pada waktu yang tepat. Platform seperti Amazon dan eBay menggunakan figur kunci internal untuk menilai kredibilitas distributor. Platform ini memiliki target indikator key performance indicators (KPI). Jika KPI di bawah nilai minimum tertentu, maka sanksi penangguhan akun dapat dikenakan.

Persediaan Berlebih Meningkatkan Biaya, Bisnis e-commerce berkembang pesat karena mereka mencapai batas pengelolaan inventaris. Dengan pertumbuhan bisnis, portofolio produk, basis pemasok, dan lonjakan pengembalian juga tumbuh dengan pesat. Meningkatkan persediaan secara drastis adalah kesalahan umum yang dilakukan bisnis e-commerce untuk memenuhi permintaan pelanggan. Inventaris mewakili sebagian besar dari total investasi bisnis e-commerce. Persediaan berlebih dapat bermutasi menjadi persediaan usang (modal mati) yang dapat menyebabkan peningkatan biaya.

Supply Chain Management terus berkembang, yang pada akhirnya memungkinkan pemasok untuk beroperasi lebih efektif dan efisien di seluruh lini. Perkembangan teknologi berjalan seiring dengan masa depan supply chain management. Mungkin dalam waktu dekat akan ada banyak perusahaan yang menggunakan teknologi lebih modern untuk meminimalisir anggaran dan juga mencegah terjadinya praktik outsourcing, seperti penggunaan Autonomous Mobile Robot (AMR) kemungkinan akan diadopsi oleh lebih banyak perusahaan. Dalam mengadopsi teknologi ini, perusahaan akan dapat mengotomatiskan dan menyederhanakan proses pengambilan dan pengemasan secara khusus. Ini bukan berarti bahwa teknologi robotik akan sepenuhnya mengambil alih proses tertentu di sepanjang rantai supplier. Setidaknya di masa mendatang, tim rantai supplier masih perlu memiliki pendekatan langsung ke berbagai proses mereka. Misalnya, sementara teknologi AMR berfokus pada otomatisasi proses pengambilan barang, hal itu bergantung pada informasi dari sistem manajemen gudang perusahaan seperti yang dikelola oleh tim rantai supplier untuk melakukannya.

Jadi, saat ini sangatlah penting bagi tim rantai supplier untuk memahami pentingnya menggabungkan teknologi ke dalam proses mereka sehingga tidak merasa terintimidasi olehnya. Lalu, teknologi juga memungkinkan pengoptimalan modal kerja dalam memungkinkan tim rantai supplier membuat keputusan dinamis hampir secara real-time. AI dan machine learning dapat memberikan insight instan tentang tren, prakiraan, dan variable lain, yang pada gilirannya memudahkan tim untuk mengetahui jalur mana yang paling hemat biaya untuk diambil. 

Minggu, 29 November 2020

WargaBali, Solusi Mengelola Aktivitas Budaya dan Komunitas Dimanapun Anda Berada

Masyarakat Bali Sedang Melakukan Upacara (Source: Unsplash)

Mahasiswa beserta dosen Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Udayana menciptakan produk penelitian terapan yang bernama WargaBali sebagai bentuk kontribusi dalam melestarikan budaya Bali.

Dari tahun ke tahun, evolusi teknologi adalah salah peluang yang mengejutkan serta tidak pasti. Masa depan mungkin tidak diketahui, tetapi kemajuan digital terus mengubah dunia kita dengan cara yang mendorong orang untuk membentuk kebiasaan baru, menemukan cara baru untuk bekerja sama, dan menjadi manusia yang lebih baik.

Jumat, 05 Mei 2017

Pemikiran yang “Merdeka”

Pemikiran yang Merdeka

Kita sudah merdeka sejak 71 tahun yang lalu. Menengok kembali sejarah bangsa ini merupakan keharusan bagi generasi sekarang bahwa cita-cita para pendahulu yang memimpikan sebuah negara berdaulat, makmur, dan adil sudah tercapai Merdeka sejatinya memiliki makna bebas dari segala bentuk penindasan. Seseorang yang merdeka memiliki tubuh dan kemampuan untuk mengatur serta menentukan jalan hidupnya sendiri. Tidak seorangpun yang berpikiran waras, ingin tetap hidup dibawah kaki penjajah, apalagi hidup di dalam penjara. Setiap orang ingin hidup bebas terlepas dari apapun yang mengurungnya. Namun tidak sedikit orang, yang sadar maupun tidak, masih terkurung dalam hidupnya. Yang paling ironis adalah yang mengurungnya adalah dirinya sendiri. Kita tidak perlu mencari jauh-jauh orang yang hidup seperti ini. Namun akhir-akhir ini manusia dibelenggu hak dan kesempatannya dalam mengisi hidup. Bagaimana tidak? Banyak kasus yang terjadi di negeri kita sehingga lebih menjerumuskan manusia pada kehidupan penderitaan, kemiskinan, pembodohan, dan dibatasi haknya. 
Mungkin orang tersebut bisa teman, tetangga, atau salah seorang anggota keluarga. Atau jangan-jangan diri sendiri? Bagaimana caranya sehingga manusia bisa mengurung dirinya sendiri dalam penjara yang diciptakannya? Penjara disini tentu bukan maksudnya penjara secara fisik, tetapi akibat pemikiran yang keliru, telah membentuk sekat dan batasan-batasan sehingga ia tidak lagi leluasa untuk bergerak. Tipe orang seperti ini, selalu menjaga “zona kenyamanannya”. Ia hanya merasa aman kalai lagi dirumah sendiri atau tempat kerja. Selain lokasi itu, ia selalu was-was. Akibatnya hidupnya akan berjalan dari hari ke hari secara monoton. Dari rumah ke tempat pekerjaan dan kembali ke rumah. Tidak ada yang memaksanya, tapi ia mengurung dirinya sendiri. Orang yang menciptakan penjara untuk diri sendiri tidak bisa ditolong oleh orang lain, kecuali dirinya sendiri. Manusia bisa di penjarakan fisiknya tetapi tak ada kekuatan apapun di dunia ini yang bisa memenjarakan ide dan keyakinan seseorang. Tetapi orang yang memenjarakan jiwanya sendiri, secara otomatis memenjarakan fisiknya juga.
Pada dasarnya manusia memang memiliki segudang keinginan yang besar, namun sebenanrnya hanya ada beberapa keinginan yang dapat terwujud sementara sebagian besar lainnya hanya sebatas angan tanpa bisa terwujud. Pernahkah kita berada dalam kondisi seperti itu? Apakah kita termasuk salah satu manusia yang takut jika keinginan kita tidak terpenuhi? Jika betul berarti kita adalah manusia yang belum merdeka seutuhnya. Satu hal yang harus kita sadari adalah kendalikan hidup dengan tidak mengorbankan diri sendiri maupun orang lain. Hal sederhana yang perlu diingat adalah menempatkan manusia sebagai makhluk paling asasi dan luhur. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya manusia diciptakan sama, merdeka bebeas menentukan pilihan-pilihan hidupnya. Beberapa kasus yang terjadi di seperti di atas sangat jauh dari harapan yang menempatkan manusia sebagai makhluk yang merdeka. Bukankah bangsa ini sudah merdeka? Sepertinya bangsa ini mulai luntur semangat kebangsaannya.
Untuk mengambil kendali terhadap hidup kita, ada beberapa faktor lain yang dapan menunjan kita menuju manusia yang merdeka seperti dengan cara mengenali diri kita sendiri. Kebanyakan orang pandai menilai orang lain tanpa bercermin terhadap diri mereka sendiri. Hal ini sebenarnya hal normal yang disebabkan oleh ketakutan anda dengan diri anda sendiri yang tanpa anda sadari sedang merangkut erat diri anda. Siapa anda apa yang anda inginkan dalam hidup anda adalah beberapa pertanyaan yang harus anda jawab dengan jujur. Saat anda telah menemukan jawabannya dan menyadari apa salah maka saatnya anda bergerak untuk mengubahnya. Yang kedua adalah dengan mengubah reaksi kita. Dalam keadaan tertentu seseorang bisa menjadi begitu datar dalam menggapai sebuah hal tapi dalam kondisi yang berbeda ia juga bisa berinteraksi tanpa terkendali. Saat berada dalam kondisi seperti itu maka sebaiknya anda mengubah reaksi anda dan sadari, pikiran dengan tenang bagaimana anda harus bereaksi. Saat anda dapat melakukannya maka anda mulai memegang kendali terhadap diri anda.
Layaknya membuka cakrawala baru, bangsa ini akan semakin menghadapi tantangan demi tantangan. Tidak hanya urusan pengambil kebijakan saja, namun menjadi pekerjaan/tugas bagi siapa saja, yang merasa memiliki dan mendapatkan penghidupan di bumi pertiwi. Hidup adalah proses pembelajaran diri tanpa akhir. Belajar sejak dini, hingga ijin menetap kita di dunia ini berakhir, jangan pernah berhenti belajar. Kata orang pintar, belajarlah dari pengalaman hidup anda, karena pengalaman adalah guru terbaik,  Experience is the best teacher. Untuk itulah perlunya kita memahami dan mulai “berfikir” secara merdeka. Tidak dibatasi oleh sikap egois dan rasa emosional yang ditujukan dengan sikap fanatic. Atau jangan sampai kita dibatasi oleh pemahaman-pemahaman apapun terlepas pemahaman itu benar atau salah. Jadi, lepaskan atribut apapun yang dapat menghalangi kita untuk menentukan pemikiran mana yang benar!

Kamis, 07 Juli 2016

Sikap dan Skill yang Utama

Sumber: kompas.com
Kurikulum 2013 merupakan upaya penyempurnaan kurikulum-kurikulum sebelumnya dan merupakan konsep pendidikan yang membangun karakter kejujuran bagi peserta didik. Sebagian besar dari kita, tidak asing lagi dengan Kurikulum 2013, sebuah sistem kurikulum baru pengganti kurikulum lama (KTSP 2006).

Sabtu, 26 September 2015

Masalah Krisis Nilai Tukar Rupiah


Sumber: kompas.com
Nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan ini mengalami depresiasi  yang cukup tajam terhadap dollar hingga mendekati Rp. 15.000/USD. Apa itu depresiasi? Depresiasi adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya. Pelemahan tersebut juga dialami oleh beberapa mata uang Asia  seperti Rupee India, Ringgit Malaysia dan Peso Filipina dengan tingkat pelemahan yang bervariasi. Sebagaimana dimaklumi, nilai mata uang akan mata uang suatu negara terhadap dollar akan merosot jika penawaran (penjualan) mata uang tersebut meningkat. Sebaliknya, permintaan yang tinggi terhadap mata uang tersebut membuat nilainya meningkat.